Laman

Senin, 20 Desember 2010

Pemimpin Harapan Rakyat



Sekarang ini jika seorang yang baru memiliki suatu jabatan yang sedikit tinggi maka umumnya orang tersebut akan  merasa  kurang enak badan atau belum macho kalau tidak bergaya bak selebrity dengan berpakaian dan berkendaraan super mewah.  Gaya bicara dan berjalanpun dirubah sedemikian rupa agar seirama dengan kendaraannya.  Dan bila menghadiri suatu acara maka kedatangannya pun perlu dipersiapkan semewah mungkin, meskipun harus menguras uang yang diperuntukkan untuk kebutuhan rakyat.  Akhirnya, yang terlihat ketika sang pemimpin datang adalah keadaan yang serba lengkap dan mewah di sana-sini untuk memuaskan pemimpinnya. Para hadirinpun mengumbar senyum gembira namun keadaan rakyat yang sebenarnya dan bagaimana penderitaan anak-anak yatim dan fakir miskin dalam meratapi hidupnya tidak pernah terlihat.

Kehidupan suatu kaum dalam taraf tertentu dipengaruhi oleh perilaku penguasa di negerinya. Hal ini dapat disimak dalam perkataan dan  kepemimpin Umar bin Khattab. 

“Kalau rakyatku makmur, biarlah aku orang terakhir yang menikmati kemakmuran itu. Tapi kalau rakyatku sengsara, biarkan aku yang pertama sekali merasakan  kesengsaraan itu” (Umar bin Khattab r.a.). 


Sebagaimana dikisahkan, Khalifah Umar seringkali menyamar sebagai rakyat biasa untuk mengetahui keadaan rakyatnya.   Demikianlah cara beliau untuk menjadi leluasa mengunjungi rumah-rumah penduduk dan memastikan keluh-kesahnya serta membantu sebagaimana janjinya.  Menyamar sebagai rakyat biasa tentunya akan sulit bila tidak memakai sesuatu yang sering dipakai orang kebanyakan dan berperilaku seperti perilaku orang biasa pada umumnya.  Itulah hebatnya Umar bin Khattab dalam memimpin rakyatnya, yang jarang ditiru oleh pemimpin atau penguasa sekarang.

Dan perilaku itulah yang membedakan pemimpin sesungguhnya pada  zaman dahulu dengan kebanyakan pemimpin sok keren di zaman sekarang ini.  Rakyat dahulu merasakan kehadiran pemimpin yang mampu mewujudkan keadilan dan kemakmuran yang merata.  Sedangkan rakyat sekarang terus-menerus diselimuti ketidak-adilan dan terhimpit kemiskinan yang entah kapan akan berakhir. Hanya Tuhan lah yang tau ....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar